Kediri – Berbeda dengan sekolah reguler yang mulai menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), peserta didik Sekolah Rakyat (SR) di Kediri Raya baru akan memulai kegiatan pembelajaran pada Senin (14/7/2026).
Untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar, Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan 20 guru bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri sebagai tenaga pendamping sementara bagi ratusan siswa Sekolah Rakyat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Subur Widono mengatakan, hingga pertengahan Juli 2026, proses rekrutmen guru Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat masih belum selesai. Hasil seleksi diperkirakan baru diumumkan pada akhir September mendatang.
"Karena itu, untuk sementara pemerintah daerah diminta membantu pemenuhan tenaga pendidik," ujar Subur.
Menurutnya, dukungan tenaga pengajar dari pemerintah daerah diproyeksikan berlangsung selama masa transisi, yakni sekitar satu semester atau enam bulan. Selama periode tersebut, Pemkab Kediri akan menugaskan guru dari sekolah negeri sesuai kebutuhan Sekolah Rakyat.
Mekanisme pemenuhan guru akan dilakukan berdasarkan permintaan dari pihak Sekolah Rakyat. Setelah jumlah kebutuhan diketahui, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menentukan penempatan tenaga pengajar.
"Nanti dari pihak Sekolah Rakyat akan mengirimkan surat berapa kebutuhan gurunya. Setelah itu kami koordinasikan dengan dinas pendidikan untuk pemenuhannya. Yang menentukan kebutuhan tetap dari Sekolah Rakyat," jelasnya.
Kebutuhan Guru Disesuaikan Jenjang Pendidikan
Subur menjelaskan, kebutuhan tenaga pendidik di setiap jenjang berbeda. Untuk tingkat sekolah dasar (SD), Sekolah Rakyat membutuhkan guru kelas, sedangkan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) membutuhkan guru mata pelajaran.
Karena kewenangan pendidikan SD dan SMP berada di pemerintah daerah, koordinasi pemenuhan tenaga pengajar dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.
Sementara untuk jenjang SMA, kebutuhan guru relatif lebih aman karena sebelumnya Kabupaten Kediri telah memiliki rintisan Sekolah Rakyat tingkat SMA dengan tenaga pendidik yang sudah tersedia.
Jika nantinya masih terdapat kekurangan tenaga pengajar untuk jenjang SMA, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
20 Guru Mulai Bertugas Tahun Ajaran Baru
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin memastikan pihaknya telah menyiapkan 20 guru untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat.
Jumlah tersebut terdiri atas enam guru kelas SD dan 14 guru mata pelajaran tingkat SMP. Mereka akan bertugas hingga tenaga pengajar hasil seleksi pemerintah pusat resmi ditempatkan.
"Pemkab melakukan backup 20 guru, terdiri dari enam guru kelas dan 14 guru mata pelajaran sampai dengan penugasan guru Sekolah Rakyat hasil seleksi tahun ini," kata Muhsin.
Dalam pelaksanaannya, guru kelas akan mendapatkan penugasan penuh di Sekolah Rakyat. Sementara guru mata pelajaran tetap diperbolehkan mengajar di sekolah induk dan datang ke Sekolah Rakyat sesuai jadwal yang telah disepakati.
Guru-guru tersebut dipilih dari sekolah yang lokasi tempat tinggalnya berada di sekitar Kecamatan Plosoklaten. Pertimbangan tersebut dilakukan agar akses menuju lokasi Sekolah Rakyat lebih mudah.
Muhsin memastikan penugasan tambahan tersebut tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah asal. Sebab, Dinas Pendidikan telah melakukan perhitungan kebutuhan guru sebelum menentukan personel yang ditugaskan.
"Aman, tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah induk," tegasnya.
Pemerintah pusat sebelumnya meminta penugasan guru berlangsung hingga September. Namun, Pemkab Kediri memilih menyiapkan tenaga pendamping selama satu semester agar operasional Sekolah Rakyat tetap berjalan optimal.
"Kami siapkan penugasan untuk satu semester agar operasional Sekolah Rakyat tetap berjalan lancar," pungkas Muhsin.(red/lis)
Posting Komentar